ETZELINA: Move Beyond Average Limit

Doa

Judul : ETZELINA: Move Beyond Average Limit

Penulis : Henny Etzelina

Penerbit : Media Luhur Sentosa

Spesifikasi :14x21 cm, iii+279 Hal, soft cover, bookpaper (b/w)

ISBN :978-623-97753-7-7

Terbit : 2023

Tak akan ada satu pun manusia yang mampu menghalangi, jika Tuhan beserta semestaNya telah mendukung sebuah pergerakan menggapai impian

Hidup tak ubah dengan jalan berliku. Oleh karenanya, harus pandai-pandai memilih pekerjaan atau bidang karir yang disukai agar terasa menyenangkan, sebagaimana perkerjaan yang dilakukan dengan rasa senang dan cinta, akan melahirkan rasa syukur tak terkira. Bisa dibayangkan bagaimana bila kita melakukan pekerjaan yang tidak kita sukai, bukan? Pastinya, batin kita tersiksa, bukan?

Aku yakin, banyak di antara kita yang bisa melakukan hal besar. Tapi, sayangnya, tak sedikit dari mereka yang enggan melakukan dan membiarkan impian dan cita-cita besarnya itu terkubur begitu saja. Menurutku, ada dua alasan mengapa banyak orang tidak ingin mengejar impian mereka. Pertama, mereka tidak memiliki rasa percaya diri. Kedua, ingin menjalani kehidupan dengan aman dan rendah resiko. Semua orang tentu bisa mengubah nasibnya menjadi lebih baik—dan bahkan hal ini menjadi semacam perintah Tuhan, agar manusia mau mengubah nasibnya, sehingga Tuhan pun akan mengubahnya. Tapi, persoalannya, tidak semua manusia mau mengubah nasibnya dengan sekuat tenaga dengan segala resiko terhadap hambatan dan tantangannya, termasuk pantang menyerah dan berputus asa saat menemukan hambatan dan tantangan.

Setidaknya, aku punya empat prinsip dasar dalam mengubah kehidupanku agar menjadi lebih baik: Percaya dengan suara hati, mengubah pola pikir dari negative menjadi postive, melakukan dengan konsistensi, serta senantiasa berdoa. Singkatnya, kalau kita punya pola pikir di atas rata-rata, niscaya kita pun akan dimampukan Tuhan untuk melakukan sesuatu di atas rata-rata tersebut.

Tak akan ada satu pun manusia yang mampu menghalangi, jika Tuhan beserta semesta-Nya telah mendukung sebuah pergerakan menggapai impian. Kendati seluruh manusia menolak dan mencibir, tetapi bila Tuhan dan Semesta-Nya mendukung, maka ketentuan-Nya lah yang terjadi.

Ada banyak sekali ujian dan cobaan menerpa. Tak sediki pula halang dan rintang yang menghadang, hingga tak sedikit dari kita yang terhempas tumbang. Ini bukan tentang aku semata. Tetapi, tentang kita dan mereka, yang kurasa mengalami hal serupa. Jatuh dan kembali berdiri menjadi sarapan yang selalu dihidangkan oleh kehidupan. Diterpa banyak kegagalan, hingga ingin berputus asa, tak jarang berkunjung datang di fase kita menjadi manusia dewasa.

Sakit, memang. Tapi, percayalah, segala sesuatu memiliki timeline-nya masing-masing. Bahagia, sedih, suka, duka, terpuruk dan kembali bangkit, itulah yang harus menjadi kesadaran mutlak terlebih dahulu, sebelum melakukan ‘move beyond average limit’ secara konsistensi. Bergeraklah dan gapai batas rata-rata itu dengan doa dan sekuat tenaga, sampai akhirnya panggilan untuk berpulang itu datang.

Move Beyond Average Limit, Etzelina.